Keterampilan dasar mengajar guru
( Teaching skill ), merupakan suatu
karakteristik umum dari seseorang yang berhubungan dengan pengetahuan dan
keterampilan yang diwujudkan melalui tindakan. Keterampilan dasar mengajar
(teaching skill) pada dasarnya adalah beberapa bentuk perilaku yang bersifat
mendasar dan khusus yang harus dimiliki seorang guru sebagai modal awal untuk
melaksanakan tugas-tugas pembelajarannya secara terencana dan profesional.
Keterampilan dasar mengajar guru secara aplikatif indikatornya dapat
digambarkan melalui sembilan keterampilan mengajar, yakni :
- Keterampilan membuka pelajaran (Set Induction Skill)
Kegiatan membuka
pelajaran adalah kegiatan yang dilakukan untuk memulai proses pembelajaran di
kelas. Membuka pembelajaran (Set Induction Skill) adalah suatu bentuk
usaha atau kegiatan yang dilakukan oleh guru untuk menciptakan prakondisi
terhadap siswa agar mental dan spiritual dan perhatian siswa terpusat pada apa
yang akan dipelajarinya, sehingga usaha tersebut akan memberikan efek yang
positif terhadap kegiatan belajar. Menurut Abimanyu(1984) membuak kegiatan
pembelajaran adalah melakukan kegiatan yang dilakukan oleh guru untuk
menciptakan kondisi/ suasana siap mental dan menimbulkan prshatian siswa agar
terfokus pada hal yang akan dipelajari. Keterampilan dalam membuka pembelajaran merupakan hal yang
sangat penting dilakukan guru, karena dengan permulaan yang baik akan
mempengaruhi jalannya proses pembelajaran yang baik. Suatu kegiatan jika
diawali dengan baik dimungkinkan proses intinya juga akan berjalan dengan baik
dan diakhiri dengan penutupan yang baik. Menurut Usman (1992:85) kemampuan dalam membuka pembelajaran adalah
sebagai berikut :
- Menarik perhatian siswa dengan gaya mengajar, penggunaan media pembelajaran, dan pola ineraksi pembelajaran yang brvariasi.
- Menimbulkan motivasi, disertai kehangatan dan antusiasme menimbulkan rasa ingin tahu, mengemukakan ide yang bertentangan, dan memperhatikan minat (interes) siswa.
- Memberi acuan melalui berbagai usaha, seperti mengemukanan tujuan pembelajaran dan batas-batas tugas menyarankan langkah-langkah yang akan dlakukan oleh siswa, mengingat masalah pokok yang akan dibahas, dan mengajukan beberapa pertanyaa.
- Memberikan apresiasi (memberikan kaitan antara materi sebelumnya dengan materi yang akan dipelajari), sehingga materi yang dipelajari merupakan suatu kesatuan yang utuh seperti sebuah mata rantai.