Kamis, 21 Juni 2018

KETERAMPILAN DASAR DASAR MENGAJAR GURU

Keterampilan dasar mengajar guru ( Teaching skill ), merupakan suatu karakteristik umum dari seseorang yang berhubungan dengan pengetahuan dan keterampilan yang diwujudkan melalui tindakan. Keterampilan dasar mengajar (teaching skill) pada dasarnya adalah beberapa bentuk perilaku yang bersifat mendasar dan khusus yang harus dimiliki seorang guru sebagai modal awal untuk melaksanakan tugas-tugas pembelajarannya secara terencana dan profesional. Keterampilan dasar mengajar guru secara aplikatif indikatornya dapat digambarkan melalui sembilan keterampilan mengajar, yakni :
  1. Keterampilan membuka pelajaran (Set Induction Skill)

Kegiatan membuka pelajaran adalah kegiatan yang dilakukan untuk memulai proses pembelajaran di kelas. Membuka pembelajaran  (Set Induction Skill) adalah suatu bentuk usaha atau kegiatan yang dilakukan oleh guru untuk menciptakan prakondisi terhadap siswa agar mental dan spiritual dan perhatian siswa terpusat pada apa yang akan dipelajarinya, sehingga usaha tersebut akan memberikan efek yang positif terhadap kegiatan belajar. Menurut Abimanyu(1984) membuak kegiatan pembelajaran adalah melakukan kegiatan yang dilakukan oleh guru untuk menciptakan kondisi/ suasana siap mental dan menimbulkan prshatian siswa agar terfokus pada hal yang akan dipelajari. Keterampilan  dalam membuka pembelajaran merupakan hal yang sangat penting dilakukan guru, karena dengan permulaan yang baik akan mempengaruhi jalannya proses pembelajaran yang baik. Suatu kegiatan jika diawali dengan baik dimungkinkan proses intinya juga akan berjalan dengan baik dan diakhiri dengan penutupan yang baik. Menurut Usman (1992:85)  kemampuan dalam membuka pembelajaran adalah sebagai berikut :
  1. Menarik perhatian siswa dengan gaya mengajar, penggunaan media pembelajaran, dan pola ineraksi pembelajaran yang brvariasi.
  2. Menimbulkan motivasi, disertai kehangatan dan antusiasme menimbulkan rasa ingin tahu, mengemukakan ide yang bertentangan, dan memperhatikan minat (interes) siswa.
  3. Memberi acuan melalui berbagai usaha, seperti mengemukanan tujuan pembelajaran dan batas-batas tugas menyarankan langkah-langkah yang akan dlakukan oleh siswa, mengingat masalah pokok yang akan dibahas, dan mengajukan beberapa pertanyaa.
  4. Memberikan apresiasi (memberikan kaitan antara materi sebelumnya dengan materi yang akan dipelajari), sehingga materi yang dipelajari merupakan suatu kesatuan yang utuh seperti sebuah mata rantai.
Dari keterampilan guru dalam membuka proses pembelajaran di atas intinya bagaimana seorang guru beserta siswa dapat membuat suasana dalam kelas sebagai sebuah ruang belajar yang menyenangkan tanpa ada intimidasi dan perlakuan yang tidak manusiawi.
Menurut Peraturan Menteri pendidikan dan Kebudayaan No 22 Tahun 2016 tentang Standar Proses bahwa “Proses Pembelajaran pada satuan pendidikan diselenggarakan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi pesertadidik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik”.
Pelaksanaan pembelajaran merupakan implementasi dari RPP, yang meliputi kegiatan pendahuluan, inti dan penutup.
Kegiatan Pendahuluan

Dalam kegiatan pendahuluan, guru wajib:
a.        menyiapkan peserta didik secara psikis dan fisik untuk mengikuti proses pembelajaran;
b.        memberi motivasi belajar peserta didik secara kontekstual sesuai manfaat dan aplikasi materi ajar dalam kehidupan sehari-hari, dengan memberikan contoh dan perbandingan lokal, nasional dan internasional, serta disesuaikan dengan karakteristik dan jenjang peserta didik;
c.         mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang mengaitkan pengetahuan sebelumnya dengan materi yang akan dipelajari;
d.        menjelaskan tujuan pembelajaran atau kompetensi dasar yang akan dicapai; dan
e.        menyampaikan cakupan materi dan penjelasan uraian kegiatan sesuai silabus.


1.        Keterampilan Bertanya (Questioning skills)
Memunculkan aktualisasi diri siswa dapat dilakukan dengan berbagai cara, salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan bertanya. Bertanya adalah sesuatu hal yang wajib dilakukan dalam proses pembelajaran di setiap kesempatan, untuk itu seorang guru harus mampu membangkitkan keinginan siswa untuk bertanya, dengan berbagai keterampilan bertanya yang dimunculkan oleh guru siswa akan dapat membangun pengetahuan baru. Dalam kegiatan pembelajaran, bertanya memainkan peranan penting, hal ini dikarenakan pertanyaan yang tersusun dengan baik dengan teknik bertanya yang benar akan memberikan dampak positif terhadap aktivitas dan kreativitas siswa, yaitu:
a.       Meningkatkan partisipasi siswa dalam kegiatan pembelajaran.
b.  Membangkitkan minat siswa dan rasa ingin tahu terhadap masalah yang sedang dibicarakan.
c.   Mengembangkan pola pikir dan cara belajar aktif dari siswa sebab berfikir itu sendiri sesungguhnya adalah bertanya.
d.     Menuntun proses berfikir siswa sebab pertanyaan yang baik akan membantu siswa agar dapat menentukan jawaban yang baik.
e.    Memusatkan perhatian siswa terhadap masalah yang sedang dibahas. 

Kegiatan tanya jawab harus dilakukan secara tepat, Usman (1992:67) menjelaskan hal yang berkenaan dengan pertanyaan yang baik antara lain:
1.    Jelas dan mudah dimengerti oleh siswa
2.   Berisi informasi yang cukup agar siswa bisa menjawab pertanyaan yang diajukan
3.    Difokuskan pada satu masalah atau tugas tertentu
4. Berikan waktu yang cukup kepada siswa untuk berfikirsebelum menjawab pertanyaan
5.     Berikan pertanyaan kepada seluruh siswa secara merata
6.  Berikan respon yang ramah dan menyenangkan sehingga timbul keberanian siswa untuk menjawab dan bertanya.
7.   Tuntunlah jawaban siswa sehingga mereka dapat menemukan sendiri jawaban yang benar.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tinggalkan Pesan Anda disini

KETERAMPILAN DASAR DASAR MENGAJAR GURU

Keterampilan dasar mengajar guru ( Teaching skill ), merupakan suatu karakteristik umum dari seseorang yang berhubungan dengan pengetahuan...